10 Tips Komposisi Foto dalam Fotografi Landscape

10 Tips Komposisi Foto dalam Fotografi Landscape

Komposisi foto pemandangan. Terkadang aturan konvensional dapat membatasi proses kreatif, tetapi bukan berarti Anda tidak boleh mengetahui aturan dasar komposisi, karena terkait dengan fotografi pemandangan, dan bagaimana pengaruhnya terhadap sebuah karya fotografi.

Mengambil gambar pemandangan adalah cara yang luar biasa untuk melatih keterampilan komposisi Anda. Silence memungkinkan Anda untuk fokus pada kreativitas dalam membingkai gambar dan menangkap semua elemen dalam tatanan visual yang menarik.

Jadi, oleh karena itu, baca tips foto berikut ini pemandangan kamu semakin keren.

Komposisi dan Saran dalam Fotografi Pemandangan

Tips komposisi di artikel ini saya tulis berdasarkan pemahaman saya setelah melihat, membaca dan mendengarkan banyak tutorial dari para master fotografi di luar sana, salah satunya Bryan Peterson dengan The Perfect Picture.

1. Saran Ketiga

Biasanya kita mengenal istilah Rules of Third, yaitu menempatkan POI pada perpotongan garis horizontal dan vertikal.

Dalam fotografi pemandanganBryan Peterson tidak menggunakan istilah ini, melainkan Saran Ketiga, karena tidak ada "aturan" (aturan) di dunia fotografi, menurutnya.

Dengan Saran Ketiga, artinya kita membagi langit dan daratan menjadi 1/3 dan 2/3 atau sebaliknya tergantung bagian mana yang lebih menarik untuk ditampilkan.

Contoh foto di atas memiliki komposisi yang lemah karena membagi langit dan daratan secara merata, yaitu 50: 50.

Turunkan lensanya sedikit hingga horizon 1/3 dari atas sehingga komposisi foto menjadi lebih kuat seperti gambar di bawah ini:

2. Latar depan

Tanpa latar depan, foto Anda akan terlihat hambar dan kurang menarik. Tambahkan sesuatu di bagian bawah bingkai akan memberi keseimbangan dan kedalaman pada gambar.

Objek yang dibuat latar depan itu harus menarik. Carilah hal-hal yang menarik di lokasi pengambilan gambar, bisa berupa batu karang, kepiting, rumput laut, dan lain sebagainya.

3. Garis Terdepan

Temukan garis panduan untuk mengarahkan mata pencinta foto ke POI. Garis terdepan bisa virtual atau nyata yang mengarahkan mata kita ke objek yang menjadi POI atau garis itu sendiri yang menjadi POI pada foto.

Carilah objek seperti jalan, tembok, jembatan atau apapun yang dapat membentuk garis virtual dan mengarahkan mata ke objek nyata (POI).

4. Jangan Ragu Untuk Bereksperimen Memutar Kamera

Saat memotret, silakan putar kamera dari posisi horizontal ke vertikal.

Terkadang, hanya dengan memutar kamera, Anda akan mendapatkan foto menakjubkan yang akan mengejutkan Anda.

5. Menambah Objek Pemanis

Jika memungkinkan, carilah benda-benda manis di sekitar lokasi pemotretan. Sebisa mungkin, pilih objek yang memiliki warna mencolok dibandingkan objek pemotretan.

Benda pemanis bisa berupa kerang, kepiting, batu hingga bola basket yang Anda bawa sendiri dari rumah.

6. Bermain dengan Pembesaran

Lensa lebar yang umumnya digunakan untuk pemotretan lanskap, biasanya merupakan lensa zoom, bukan fix. Karena itu, manfaatkan lensa zoom untuk mendapatkan hasil foto yang lebih kreatif.

Baca:  Menakjubkan! Hasil Karya Foto Dari Kardus Bekas Bukti Kreatifitas Fotografer

Atur diafragma ke f.11 hingga f.22 untuk mendapatkan kecepatan rana lambat, misalnya 1/2 detik. tekan tombolnya penutup setengah, lalu putar zoom lensa masuk-keluar sambil menekan tombol penutup penuh secara bersamaan.

Maka foto yang dihasilkan akan dramatis seperti berikut:

7. Gunakan Lensa Lebar

Memang benar, fotografi lensa tidak harus menggunakan lensa lebar, bisa juga lenza mid to telephoto, apalagi jika ingin mengambil foto detail sebuah lanskap.

Namun untuk foto langit dan pantai yang dramatis, Anda tidak akan mendapatkannya tanpa menggunakan lensa lebar.

  • APS-C: 10mm;
  • Bingkai penuh: 16mm.

Untuk kamera Fullframe, berikut adalah lensa yang saya rekomendasikan:

  1. Canon EF 16-35mm f / 2.8 L USM
  2. Canon EF 17-40mm f / 4 L USM
  3. Nikon AF-S 16-35mm F / 4G
  4. Sony FE 16-35mm F / 4 ZA OSS Vario-Tessar T *

Untuk pengguna kamera APS-C:

  1. Canon EF-S 10-22MM F / 3.5-4.5 USM
  2. Canon EF-S 10-18mm F / 4.5-5.6 IS STM
  3. Nikon AF-P DX NIKKOR 10-20mm F / 4.5-5.6G VR
  4. Nikon AF-S DX 12-24mm F / 4G JIKA ED
  5. Tokina 11-16mm f / 2.8 AT-X
  6. Sigma 10-20mm F4-5.6 EX DC HSM
  7. Sony E 10-18mm F4 OSS
  8. Fujifilm XF 10-24mm F4 R OIS

Baca juga:
  • 20 Teknik Komposisi Foto untuk Meningkatkan Keterampilan Fotografi Anda

8. Set Bukaan hingga f / 11 s.d. f / 22

Dalam fotografi landscape tentunya kita tidak menginginkan bokeh karena para penikmat foto ingin melihat foto landscape yang disuguhkan mulai dari latar depan untuk Latar Belakang.

Oleh karena itu, atur bukaan hingga f / 11 hingga f / 22 untuk keseluruhan foto yang tajam. Jika Anda ingin menjadi lebih baik, gunakan teknik Jarak Hyperfocal.

9. Gunakan Filter

Penggunaan filter merupakan kebutuhan mutlak bagi fotografer lanskap karena sebagian besar efek dan manfaat filter kamera tidak dapat diperoleh dengan aplikasi perangkat lunak pengeditan bahkan yang paling canggih.

Secara garis besar, filter kamera berfungsi untuk:

  • Membantu meminimalkan efek suar dan silau.
  • Tingkatkan kontras dan warna pada foto.
  • Mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke lensa untuk membuat foto kecepatan lambat.
  • Koreksi warna dan keseimbangan warna di dalam foto.
  • Dan banyak lagi.

Untuk detail selengkapnya tentang filter kamera, baca artikel 10 Jenis dan Fungsi Filter Kamera dalam Fotografi Lanskap.

10. Tetap Motret di Segala Cuaca

Terkadang kita kurang beruntung. Tapi, usahakan tetap memotret meski cuaca buruk.

Cuaca buruk terkadang memberikan mood berbeda sehingga membuat foto berbeda dengan foto lainnya.

Itulah 10 Saran untuk Komposisi Foto dalam Fotografi Pemandangan.

Semoga bermanfaat ..!

Posting 10 Tips untuk Komposisi Foto dalam Fotografi Lanskap muncul pertama kali pada K-Shot ™.