10+ Tips Membuat Foto Tajam dengan Lensa yang Ada

10+ Tips Membuat Foto Tajam dengan Lensa yang Ada

Di hampir setiap ulasan, Ken Rockwell mengatakan:

"Ketajaman foto lebih tergantung pada Anda daripada lensa Anda".

Pendapat ini benar, betapapun bagusnya lensa yang Anda miliki, kualitas dan ketajaman foto yang dihasilkan bergantung pada bagaimana Anda dapat menggunakannya.

Kutipan lain mengatakan:

"Seorang Pria Dibalik Pistol .."

Saat saya membaca novel Samurai, juga, saya menemukan isyarat Seorang Pria Dibalik Pistol.

Dari novel ini, saya dapat mengambil pelajaran bahwa kehebatan dan kekuatan seorang samurai tidak tergantung dari bahan apa samurai itu dibuat, melainkan pada siapa yang memegang dan menggunakannya.

Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan mengulas tips tentang cara mendapatkan foto setajam mungkin dengan lensa yang Anda miliki.

Tip untuk Membuat Foto Setajam Mungkin

1. Tempatkan Fokus pada Titik yang Benar

Untuk menghasilkan foto yang tajam, penempatan titik fokus yang benar merupakan syarat utama.

Makhluk hidup

Saat memotret makhluk hidup seperti manusia atau hewan, tempatkan titik fokus pada satu mata, bukan yang lain, apalagi hidung.

Usahakan agar titik fokus jatuh pada satu mata yang paling dekat dengan lensa.

Objek / Objek

Saat memotret objek apa pun, pastikan titik fokus jatuh pada bagian yang paling menonjol atau bagian yang paling menarik perhatian objek.

Jangan letakkan titik fokus di area tersebut Latar Belakang atau latar depan agar foto terlihat tajam.

Pemandangan / Pemandangan

Saat memotret lanskap atau pemandangan, selalu gunakan bukaan f.8 – f22, tempatkan titik fokus tak terhingga, atau Anda dapat mengatur titik fokus ke mode otomatis.

Tempatkan Fokus di Titik yang Benar
foto oleh Andy Vu dari Pexels

Jika foto yang diambil memiliki luas latar depan, gunakan teknik jarak hyperfocal.

2. Gunakan Kecepatan rana memadai

Berdasarkan pengamatan saya, kecepatan rana sering menjadi penyebab foto kabur yang dihasilkan juru potret pemula.

Menonton ini !

Jika objek sedang diam, cobalah untuk mengimbangi rana tidak kurang dari 1/60 atau setidaknya 1 / Panjang Fokus dari panjang fokus (zoom) digunakan agar foto tidak menggoyang / goyang.

Contoh :

Kau gunakan Focal length 85 mm, kemudian kecepatan rana minimumnya 1/85, Lebih cepat lebih baik. Beberapa fotografer bahkan merekomendasikan penggunaan kecepatan rana minimal 1/2 x Panjang Fokus, berarti 1 / 170s.

Jika kecepatan minimum tidak didapat karena kurangnya cahaya, maka langkah selanjutnya adalah meningkatkan ISO, misalnya dari ISO 100 ke ISO 400 dan seterusnya untuk mendapatkan kecepatan minimum tadi.

Alasannya, daripada mendapatkan foto menggoyang, foto agak lebih baik kebisingan karena goyangan foto tidak bisa dikoreksi perangkat lunak pengeditan foto sementara foto kebisingan itu masih bisa dikoreksi bahkan oleh kamera itu sendiri tanpa bantuan perangkat lunak.

3. Gunakan Aperture pada Sweet Spot Lensa

Ada yang bilang kalau pendapat ini hanya mitos belaka, tapi berdasarkan pengalaman saya, sepertinya tiap lensa memang punya satu sweet spot atau bukaan terbaik untuk foto yang tajam.

Umumnya setiap lensa punya sweet spot di 2x bukaan yang terbesar. Misalnya lensa Canon 50mm f1.4, lalu sweet spotyang satu adalah f1.8.

Jadi tipsnya, jika ingin mendapatkan foto bokeh, usahakan untuk tidak menggunakannya bukaan lensa terbesar karena biasanya hasil didapat juga lembut, jadi gunakanlah bukaan setidaknya 2x bukaan lensa terbesar.

Baca juga:
  • Memahami 4 Mode Pengukuran Kamera & Tip untuk Menggunakannya
  • Jarak Hyperfocal: Cara Mendapatkan Foto yang Tajam Secara Keseluruhan
  • 10 Alasan Mengapa Anda Harus Memotret dalam Format RAW

4. Pegang Kamera dengan Benar

Sampai saat ini saya masih berpikir bahwa memegang kamera dengan benar berarti menempelkan kamera langsung ke mata, artinya membidik lihat pencari, tidak tampilan langsung.

Dengan membidik, kamera akan “duduk” dalam posisi kokoh karena ditopang oleh mata, tangan dan kaki yang lurus sehingga dapat meminimalisir guncangan atau getaran.

Jangan lupa juga letakkan salah satu siku tangan di dada.

digital-photography-school.com

referensi: https://digital-photography-school.com/cheat-sheet-how-to-hold-camera/

Saat ini saya sering melihat juru potret memotret menggunakan tampilan langsung, tapi bagi saya, sangat sulit mendapatkan foto yang tajam saat menggunakan mode ini, mungkin saya getaran.. Hahahaha..

Saya mengerti itu dengan tampilan langsung, lebih mudah bagi fotografer untuk mengatur komposisi dan warna foto karena hasil fotonya bisa langsung terlihat sebelum diambil. Tapi saya tetap ingin mengasah kreativitas dan imajinasi saya dengan cara mendapatkan foto yang bagus hanya dengan melihat-lihat lihat pencari. 🙂

5. Gunakan ISO dengan Bijak

Memilih ISO yang tepat juga menjadi faktor ketajaman foto yang dihasilkan.

Baca:  Tes Kepribadian DiSC yang Bermanfaat untuk Karir

ISO sangat erat kaitannya dengan penggunaan kecepatan rana, bukaan serta kondisi pencahayaan yang memadai. Jadi untuk memahami penggunaan ISO, Anda harus terlebih dahulu memahami segitiga eksposur.

Intinya, untuk mendapatkan foto yang tajam, usahakan menggunakan ISO dengan bijak karena semakin rendah ISO maka gambar yang dihasilkan akan semakin tajam.

6. Gunakan Tripod

Untuk menghasilkan foto yang tajam, tripod adalah suatu keharusan, terutama untuk fotografer lanskap. Tanpa tripod, jangan harap bisa mendapatkan foto yang bagus dan tajam saat memotret matahari terbenam, matahari terbit atau foto kecepatan lambat di siang hari.

Ini karena memotret dengan kondisi di atas, pasti membutuhkan kecepatan rana Meskipun Anda bukan robot, tidak mungkin Anda bisa diam tanpa bergerak sedikit pun dalam rentang waktu yang lama itu.

7. Aktifkan Stabilisasi gambar

Stabilisasi gambar merupakan sebuah teknologi yang berfungsi untuk mengimbangi atau mengurangi goyangan tangan saat memotret sehingga diharapkan bisa meminimalisir hasil foto menggoyang / blur.

Stabilisasi gambar praktis saat memotret dalam cahaya redup atau saat memotret jarak jauh (Perbesar) agar hasil yang didapat tetap tajam. Tanpa IS, gambar yang didapat cenderung tajam. mengaburkan hasil dari berjabat tangan saat memegang kamera.

Setiap produsen kamera memiliki nama sendiri-sendiri untuk fitur peredam getaran ini.

Merek Nama
Canon Penstabil Gambar (IS)
Nikon Pengurangan Getaran (VR)
Sony Steadyshot (lensa) IBIS (kamera)
Sigma Penstabil Optik (OS)
Tamron Getaran Kompensasi (VC)
Tokina VCM-S

Harus diingat!

Matikan stabilisasi gambar saat memotret dengan kecepatan rana Waktu yang sangat lama (bohlam). Jika dibiarkan aktif, maka akan merusak perangkat elektronik IS itu sendiri bahkan terkadang membuat foto menjadi buram.

8. Lepaskan Filter UV

Filter kamera memiliki berbagai jenis dan fungsinya masing-masing, salah satunya adalah filter UV.

Tapi sudahlah, tidak perlu menggunakan filter ini. Saat ini lapisan lensanya sangat bagus dan mampu mereduksi dan meminimalkan sinar ultraviolet penyimpangan berwarna baik.

Menggunakan filter UV justru mengurangi ketajaman foto, percayalah ..!

9. Penguncian Cermin

Tahukah Anda bahwa Anda mengetuk cermin kamera saat foto diambil yang dapat menimbulkan getaran?

Kunci cerminfotografer pemula mungkin jarang mendengarnya. Fitur ini berfungsi untuk mengunci tombol cermin saat ini rana ditekan.

Dengan mengaktifkan cermin terkunci, cermin akan tetap dalam posisi terbuka sampai foto benar-benar selesai diambil dan direkam kartu memori. Trik ini akan mengurangi getaran pada kamera akibat guncangan cermin.

Di kamera tanpa cermin, fitur ini tidak ada karena tanpa cermin tidak memiliki cermin.

10. Gunakan Shutter Release

Saat pemotretan pemandangan dengan tripod, fotografer sering menggunakan kabel ekstra sebagai pengganti tombol rana, kabel ini biasa disebut pelepas rana.

Bukan untuk fashion, kabel melepaskan terbukti mampu meredam getaran sesaat sebelum pemotretan karena fotografer tidak perlu menekan tombol rana yang dapat menyebabkan goyangan kamera.

11. Rawat lensa dan hindari jamur

Rawat lensa dengan baik untuk menghindari jamur pada optik. Selalu simpan kamera dan lensa dalam wadah kering dan gunakanlah silika gel atau drybox elektrik untuk menjaga udara dalam kelembapan yang wajar.

Pertumbuhan jamur pada lensa optik dapat menghasilkan foto yang bagus lembut dan menyulitkan lensa untuk mendapatkan titik fokus yang akurat.

12. Gunakan AI Servo

Jika objek tersebut bergerak, misalnya pada olahraga menembak, aktifkan auto fokus mengikuti objek tersebut agar foto yang dihasilkan tetap fokus dan tajam.

13. Gunakan lensa prima

Lensa tetap adalah lensa yang memilikinya Focal length saja, atau yang disebut lensa prima. Lensa tetap dirancang untuk menghasilkan foto yang tajam Focal length tertentu, misalnya Canon 50mm, dirancang untuk menjadi tajam Focal length 50mm.

Tidak seperti lensa zoom, lensa ini dirancang agar seluruhnya tajam Focal length, pada akhirnya tidak ada yang benar-benar tajam, hanya ketajaman yang dapat diterima.

Selain itu, banyaknya elemen lensa pada lensa zoom akan menciptakan lebih banyak difraksi daripada lensa fix dengan elemen lensa yang lebih sedikit.

Jadi, untuk mendapatkan foto yang sangat tajam, gunakan lensa prima sebagai pengganti lensa zoom.

14. Pindah ke atas Ketajaman

Setiap kamera punya gaya gambar atau kontrol gambar untuk mengatur ketajaman atau ketajaman foto.

Jadi, tip terakhir untuk membuat foto yang tajam adalah meningkatkan ketajaman dalam kondisi normal – misal +5 – sehingga gambar akan terlihat lebih tajam.

Demikian 10+ Tips Membuat Foto Tajam dengan Lensa yang Ada.

Pos 10+ Tip untuk Membuat Foto Tajam dengan Lensa yang Ada muncul pertama kali di K-Shot ™.