3 Cara Mempertahankan Bisnis Pariwisata Lewat Digital Marketing

3 Cara Mempertahankan Bisnis Pariwisata Lewat Digital Marketing

Munculnya pandemi Covid-19 menciptakan kebiasaan baru. Mulai dari mencuci tangan secara teratur, jarak sosial, memakai masker, WFH, sampai karantina Mandiri di rumah. Alhasil, turut andil melakukan perubahan di berbagai sektor perekonomian Indonesia, termasuk pariwisata. Sekarang, orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan lebih sedikit aktivitas di luar ruangan. Hal ini tentunya menyulitkan para pebisnis di bidang pariwisata seperti tour and travel. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuatnya tetap hidup. Ada apa, ya? Yuk intip!

Memaksimalkan Platform Pemasaran Digital

Dikutip dari Jawapos, pegiat pemasaran web digital yang juga CEO Marketingstore.id, Bayou Nugraha mengatakan, mengembangkan bisnis pariwisata di tengah pandemi tetap bisa dilakukan secara online. “Media sosial, YouTube, dan lain-lain bisa digunakan untuk menjaga pariwisata di Indonesia”. Menurutnya, di era digital saat ini banyak sekali media yang bisa digunakan untuk kegiatan promosi. Setidaknya ada beberapa platform yang bisa dimaksimalkan untuk kepentingan pemasaran, antara lain:

1. Instagram

Siapa yang tidak kenal dengan Instagram? Yap, platform media sosial yang isinya berupa foto atau video ini juga bisa dijadikan sebagai media promosi. Instagram sangat menjanjikan karena jumlah penggunanya yang besar. Jadi, Anda bisa menentukan target lebih luas lagi. Jika dimaksimalkan tentunya akan memberikan keuntungan bagi para pebisnis travelling. “Anda dapat secara efektif mempromosikan bisnis tur plus perjalanan melalui internet. Maksimalkan pengikut sebanyak mungkin. Namun perlu diingat bahwa tren media sosial bisa konsisten dan berubah. Jangan hanya fokus di Instagram. Gunakan juga yang lain, "kata Bayou.

2. Iklan Google

Dunia digital marketing tidak hanya tentang media sosial, tetapi juga tentang pemanfaatan platform lain seperti Google Ads. Ini juga sering dilihat sebagai jalan pintas untuk mempromosikan situs web atau produk layanan. "Dengan menggunakan Google Ads, Anda akan relatif mudah mendapatkan prospek baru yang dapat dengan mudah diubah menjadi pembeli," tambah Bayou.

Baca:  Alasan Mengapa Kamu Wajib Belajar Desain Grafis dari Sekarang!

3. Situs web multibahasa

Terakhir adalah situs web multibahasa. Seperti rumah bisnis online, semua orang pasti pernah terlibat di dalamnya. Keunggulan website yang tidak bisa digantikan oleh media lain adalah berupa kepercayaan atau kredibilitas untuk bisnis seseorang. Bayou mengatakan, “Untuk wirausahawan wisata plus travel alangkah baiknya tidak menggunakan website biasa, melainkan menggunakan website multibahasa. Ini untuk menarik wisatawan mancanegara agar tertarik datang ke Indonesia”.

Jika ketiga anjungan tersebut sepenuhnya dikuasai, Anda bisa tetap mempertahankan eksistensi bisnis pariwisata atau di bidang apapun bahkan saat terjadi pandemi seperti saat ini. Pelajari saja perlahan dan fokuslah pada platform yang ingin Anda gunakan. Tidak perlu bingung, kamu bisa mengikuti kursus singkat Digital Marketing di International Design School. Program ini akan membantu Anda untuk memahami pengetahuan dasar tentang pemasaran digital, jenis platform pemasaran online, penggunaan media sosial, strategi peretasan pertumbuhan untuk menganalisis kinerja menggunakan Google Analytics. Bagaimana, apakah Anda tertarik mencobanya?

Postingan 3 Cara Mempertahankan Bisnis Pariwisata Melalui Pemasaran Digital muncul pertama kali di IDS | Sekolah Desain Internasional.