Apa yang Membuat Clubhouse Mendadak Jadi Populer?

Clubhouse, aplikasi ini sempat trending di Twitter karena tiba-tiba banyak digunakan oleh pengguna iPhone. Sejak memasuki trending topic di Indonesia, banyak pengguna iPhone yang mulai mendownload dan menggunakan aplikasi ini.

Awal hype tentang aplikasi Clubhouse adalah ketika CEO Tesla Elon Musk mengadakan obrolan audio di Clubhouse dengan Robinhood, CEO Vaid Tenev. Setelah itu Clubhouse menjadi terkenal dan memiliki lebih dari dua juta unduhan di App Store pada Januari 2021.

Pendiri aplikasi ini adalah Alpha Exploration Co. yang dipimpin oleh CEO Paul Davison. Di Asia sendiri, Clubhouse merupakan aplikasi yang populer di kalangan pelaku industri di Asia, seperti CEO Grup AirAsia Tony Fernandes, Fave Founder Joel Neol, VP Marketing Grab Group Cheryl Goh, pakar AI dan CEO Sinovation Venture Ki-Fu Le, dan masih banyak lagi.

Tak hanya pelaku industri, banyak influencer di seluruh Asia juga ikut nge-trend aplikasi audio-chat ini, seperti Jenn Chia dari Malaysia, Wendy Cheng dari Singapura, tak kurang artis Indonesia seperti Sule, Desta, Ernest dan lainnya juga ikut bergabung di Clubhouse ini. .

Dilansir dari marketing interactive, pengajar program pemasaran di Singapore University of Social Science, Lau Kong Chen menjelaskan bahwa eksklusivitas dari Clubhouse itu sendiri yang membuatnya banyak diminati.

Menurutnya, Clubhouse diminati oleh banyak orang bukan hanya karena merupakan platform yang menyediakan tempat bagi pengguna untuk mendengarkan dan berpartisipasi dalam percakapan langsung, melakukan wawancara dan diskusi antar beberapa orang tentang berbagai topik. Namun karena Clubhouse memiliki fitur eksklusif bagi peserta untuk dapat mengikuti suatu acara di platform, maka harus melalui fitur undangan.

Lau Kong juga menjelaskan bahwa beberapa merek khusus dapat menggunakan ini sebagai bagian dari pemasaran mereka. Dia mengatakan Clubhouse adalah aplikasi terbuka yang dapat digunakan merek apa pun untuk mencapai tujuan pemasarannya. Karena untuk bisa menggunakan Clubhouse sebagai alat pemasaran sangat bergantung pada model bisnisnya, dibandingkan dengan Facebook, Instagram atau TikTok yang bisa digunakan oleh siapa saja.

Baca:  Mengenal Bahasa Film Seorang Edwin

“Aplikasi ini cocok untuk merek-merek premium dan mewah, karena inilah yang menjadi daya tarik merek-merek tersebut untuk membuat audiensnya merasa lebih eksklusif,” jelas Lau.

“Untuk merek pasar massal, Clubhouse akan membatasi keterlibatan mereka dengan audiens target yang berlawanan dengan (tidak termasuk) dalam audiens target mereka. Dimana hal ini bertentangan dengan filosofi mass marketing yang memaksimalkan jangkauan adalah hal yang penting, ”lanjutnya.

Untuk merek-merek mewah, Lau mengatakan bisa mengadakan talk show dengan artis-artis endorsed dan membahas topik-topik yang berkaitan dengan gaya hidup mewah, atau bisa juga mengadakan acara audio dengan live music oleh musisi undangan.

Meskipun hype di kalangan pengguna media sosial. Clubhouse tidak lepas dari pro dan kontra. Di Indonesia sendiri. Clubhouse dalam bahaya diblokir karena tidak ada izin masuk. Perizinan harus dijaga demi menjaga ruang digital Indonesia yang lebih sehat dan mampu menjaga keamanan warga negara sebagai pengguna aplikasi. Tapi tidak perlu khawatir, Dedy Permadi selaku juru bicara Kominfo mengatakan proses pendaftaran PSE-PSE sedang berlangsung, dan akan berjalan hingga batas waktu yang ditentukan.

Postingan Apa yang Membuat Clubhouse Begitu Populer Tiba-tiba? muncul pertama kali di IDS | Sekolah Desain Internasional.